Sabtu, 15 Oktober 2016

Tuhan, Aku Mencintai Ibuku Jadi Izinkan Aku Membahagiakannya




“Tuhan, aku mencintai ibuku, maka bila aku memang boleh menyayangi dan membahagiakannya, berilah aku kemampuan untuk menyayangi dan membahagiakannya. Bila kecukupan harta bisa membantuku membahagiakannya, sesungguhnya bukan harta yang kuminta. Tetapi, bila cara itu memang bekerja, apa boleh buat, kenapa tidak jika memang harus menjadi orang yang kaya raya? Tak ada yang mustahil bagi-Mu. Sungguh, sebenarnya bukan kekayaan yang kuinginkan, tetapi bila itu bisa menjadi sebab bagi terwujudnya sesuatu yang kuharapkan, dan Kau mengizinkannya, aku sesungguhnya hanyalah manusia biasa yang tak akan sanggup menolak apapun kehendak-Mu.” (Fahd Pahdepie dalam Rumah Tangga hlm. 113)
Ladies, apa kabar  ibumu? Apakah ia baik-baik saja sekarang? Masih sehat kah ia? Masih dapatkah kamu melihat senyumannya dan mencium tangannya? Selama kamu masih bisa menatap matanya, berusahalah untuk membahagiakannya.
Atau mungkin ia sudah berpulang? Melanjutkan perjalanan dengan kembali ke pangkuan-Nya? Meski saat ini hanya doa yang bisa menghubungkanmu dengan wanita yang paling berjasa dalam hidupmu, yakinlah ia akan ikut tersenyum saat melihatmu tersenyum.
Mungkin ibu kita bukan yang paling sempurna. Ia mungkin pernah berbuat kesalahan. Atau mungkin ia pernah melakukan sesuatu yang membuatmu malu. Bisa juga dia pernah jadi orang yang tak pernah mengerti dirimu. Tapi di salah satu sudut hati kita yang terdalam, pastilah kita ingin membahagiakannya meski hanya sekali dalam hidup.
“My mother was the most beautiful woman I ever saw. All I am I owe to my mother. I attribute my success in life to the moral, intellectual and physical education I received from her.”
― George Washington
Setiap larik doanya selalu bisa menguatkan dirimu. Saat ada masalah atau mengalami problematika berat dalam hidup, kadang tanpa kamu sadari kamu merasa kuat dan bisa menghadapi segalanya dengan mudah. Mungkin itu juga berkat doa-doa ibumu. Dalam diamnya, dalam sunyinya malam, bisa saja ia diam-diam menghembuskan doa-doa terindah untuk membuatmu selalu selamat dan aman di mana pun kamu berada.
Semoga kita di sisa usia kita bisa selalu membahagiakan ibu kita, ya Ladies. Mungkin kita bukan anak yang terbaik untuk ibu. Atau mungkin kita menjadi seseorang yang jauh dari harapan ibu kita sendiri. Tapi kita selalu bisa dan punya pilihan untuk membuat ia tersenyum setidaknya sekali dalam hidup, kan?



Kisah Jenazah Wanita yang Wangi Setelah Meninggal Sambil Memeluk Al-Qur’an







Semua orang pasti ingin meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Namun, tidak semua orang bisa meninggal dalam keadaan baik tersebut. Hanya orang-orang pilihan saja yang bisa meninggal secara khusnul khotimah.




Mungkin kamu juga salah satu orang yang ingin meninggal secara khusnul khotimah. Jika iya, kamu bisa membaca kisah yang satu ini tentang seorang wanita yang cantik jelita meninggal sambil memegang Al-Quran dan tubuhnya mengeluarkan bau yang sangat wangi.
Wanita itu bernama Hasna. Ia adalah anak dari pasangan yang kaya raya. Namun, meskipun hidup dalam kekayaan, ayah dan ibunya tidak pernah memperhatikan Hasna, bahkan Hasna tidak pernah diajarkan tentang ilmu agama.

Jadilah Hasna tumbuh sebagai anak yang bebas tanpa ada larangan. Ia pun keseringan menghabiskan waktu bersama teman-temannya karena ayah dan ibunya sibuk bekerja.
Hingga akhirnya, Hasna bersama dengan teman-teman prianya pergi ke rumah teman wanitanya untuk main-main. Karena saat itu orangtua temanya tersebut sedang tidak ada di rumah sehingga mereka dengan bebas melakukan apa pun di rumah tersebut.

Lalu, teman Hasna yang merupakan pemilik rumah tempat mereka berkumpul mengajak seorang pria ke kamarnya. Ia pun mengajak Hasna untuk memakai kamar yang satunya bersama teman pria yang lainnya. Tapi, Hasna tidak menuruti perkataan temannya itu.

Selang beberapa lama, teman Hasna itu berteriak memanggil Hasna. Hasna pun dengan cepat masuk ke kamar, dan didapatinya lah temannya sedang telanjang bersama teman prianya itu tengah berhubungan seks. Teman perempuan Hasna tersebut mengerang karena keenakan.

Hasna pun langsung berteriak “Beraninya kamu berbuat itu!”. Setelah itu Hasna langsung berlari ke luar dan pulang ke rumah. Sampai di rumah Hasna terus merenung dan keseringan suka menyendiri. Hasna jadi terus merasa gelisah dan setiap mendengar suara adzan hati Hasna seperti tergerak untuk sholat.

Untungnya di rumah Hasna ada satu mukenah dan sajadah sisa neneknya yang pernah menginap di rumahnya. Hasna pun sholat dan sambil meneteskan air mata. Hati Hasna saat itu merasa sangat tenang dan nyaman. Hasna pun mulai teringat jika pamannya itu adalah seorang yang pintar agama. Ia pun berniat untuk minta diajarkan agama oleh pamannya.

Pamannya dengan senang hati menerima Hasna yang ingin belajar agama. Hasna pun diajarkan berwudhu, sholat dan mengaji. Setelah tahu mengaji, Hasna mulai ingin menghafalkan Al-Quran seperti pamannya. Ia pun bertanya kepada pamanya berapa lama untuk bisa menghafalkan Al-Quran.

Pamannya menjawab 5 tahun. Hasna pun berpikir apakah usianya sampai hingga 5 tahun ke depan. Ia pun mulai bertekad untuk menghafalkan Al-Quran secepatnya. Dan benar saja, berkat tekadnya yang kuat, hanya butuh waktu 3 bulan saja Hasna sudah bisa menghafalkan 30 juz Al-Quran.

Dalam waktu 3 bulan Hasna sudah bisa menjadi penghafal Al-Quran. Namun, usianya tidak lama setelah ia berhasil menghafal Al-Quran. Ia ditemukan meninggal dunia pada saat sedang membaca Al-Quran didalam kamarnya. Ia meninggal sambil memeluk Al-Quran.

Tak hanya itu, saat tubuhnya dimandikan dan disholatkan. Bau wanginya terus tercium dari jenazah Hasna. Keluarga Hasna pun merasa sangat kehilangan Hasna. Namun, bau wangi dari jasad Hasna membuat semua orang merasa kagum pada wanita cantik yang berhasil bertaubat sebelum ajal menjemputnya.




Jodoh Itu Datang di Waktu yang Tepat, Saat yang Tepat dan Kondisi yang Tepat



Jodoh Itu Datang di Waktu yang Tepat, Saat yang Tepat dan Kondisi yang Tepat
bukan berkecil hati karna belum menikah, tetapi sedihnya karna perginya sahabat seperjuangan yang sudah menikah. mereka hendak padat jadwal dengan kehidupan baru mereka, dan juga saya masih disini dengan kehidupan yang sama.

sahabat seperjuangan itu yang lazimnya menanyakan laporan, mengajak buat jalan - jalan, melewati suka dan juga duka berbarengan. satu persatu mereka sudah menciptakan belahan jiwa. saya tidak berkecil hati, saya bahagia, senang, kesimpulannya mereka dapat menggenapkan agama.


“jodoh itu serupa kematian; tidak ketebak, tidak dapat dimajuin ataupun dimundurin waktunya”. sehabis menikah baru terasa “it is the right time” dan juga tiap orang beda waktunya. cause everyone has their own story. teringat perkata mario teguh tentang jodoh,

“jodoh seorang tidak cuma satu, tetapi banyak. ”

apa artinya? nyatanya tiap manusia hendak memperoleh pendamping hidupnya setimpal dengan tingkatan yang terdapat pada pribadinya. bila nyatanya mutu pribadinya a, hingga ia cuma berhak memperoleh pendamping yang kualitasnya pula a, tetapi bila ia tingkatkan mutu diri jadi b, hingga ia hendak memperoleh pendamping dengan mutu b.

begitulah seterusnya, sampai kesimpulannya di waktu yang sudah didefinisikan, ia hendak dipertemukan dengan pendamping hidupnya yang setimpal dengan mutu pribadinya dikala itu.

kita hendak dipertemukan dengan jodoh yang baik bila kita mencari yang baik. logisnya, kita hendak tertarik dengan orang yang membikin kita terasa aman. kenyamanan itu lazimnya mencuat salah satunya dari komunikasi yang nyambung. ini berkaitan pula dengan kesetaraan ataupun sekufu.

kesetaraan ini berkaitan dengan keharmonisan, serasi dalam komunikasi, dan juga kesamaan pemikiran. dengan demikian kita dapat berbicara dengan baik dan juga bekerja sama membangun keluarga. masa kemudian seorang dapat jadi pertimbangan pula.

bahwa masa lalunya kurang baik kita wajib yakinkan ia sudah berbeda. butuh waktu buat membenarkan itu karna buat berbeda perlu waktu dan juga usaha.

buat memperoleh jodoh yang baik, minimun 2 usaha berikut ini kita jalani bagaikan langkah dini.

1. berposisi di komunitas yang benar
kita tidak hendak menciptakan pendamping yang baik apabila kita mencari di klub malam. hingga bahwa kita mau betul - betul mencari pendamping yang baik kita cari di komunitas yang dekat dengan ibadah.

2. membentuk diri setimpal dengan jodoh yang kita inginkan
siuman ataupun tidak, jodoh kita merupakan gambaran diri kita. hingga wujud diri kita wajib proporsional dengan apa yang kita cari.

kalaulah sampai dikala ini kita masih menanti jodoh, hingga kita amati saudara - saudari kita yang jauh lebih dulu menanti jodoh tetapi sampai dikala ini masih belum tiba pula jodoh yang dinanti.

kalaupun kita sempat kandas menempuh proses di dini perjodohan, hingga terdapat di antara saudara - saudari kita yang kandas di ambang pintu perkawinan.

bahwa nyatanya kita tercantum yang merasakan pahitnya kegagalan di ambang pintu perkawinan, hingga bukankah kita masih merasakan betapa banyak pintu - pintu kebaikan yang lain buat diri kita? yakinlah bahwasanya jodoh itu tiba diwaktu yang pas, dikala yang pas dan juga keadaan yang pas.

Jangan Malu Terlihat Miskin, Tapi Malulah Saat Pura-Pura Kaya! Yang Setuju Share Yaa



Jangan Malu Terlihat Miskin, Tapi Malulah Saat Pura-Pura Kaya! Yang Setuju Share Yaa

Jangan pernah malu terlihat miskin malulah ketika kita berpura menjadi orang kaya, dan jangan sampai kita menjalani hidup dengan selalu melihat “ke atas”, tapi coba untuk melihat kebawah. Jika hal semacam itu Anda lakukan, nikmat hidup itu akan jauh lebih terasa indah meskipun anda datang dari keluarga yang sederhana.

Jangan pernah malu pada orang tuamu meskipun mereka hanya seseorang petani, pedagang kecil maupun tukang becak. Sepanjang mereka berjuang untuk yang halal, maka anda pantas berbangga pada mereka.
Jadi mengapa anda harus malu, yang patut anda malukan yaitu bila orangtua yaitu beberapa orang yang melakukan pekerjaan dengan penuh penipuan serta kecurangan.
Singkirkan semua bentuk gengsi, lantaran hidup bukanlah permasalahan harta atau pekerjaan elegan. Mulai lah berupaya serta tetaplah bantu dan hormati orang tuamu dalam mencari rejeki yang halal. Lantaran tak ada yang patut dimalukan sepanjang anda berjuang untuk suatu hal yang halal.
Saat orang tuamu tengah tidur, cobalah pandangilah wajahnya. Pandangilah serta resapi dengan hati, maka anda dapat rasakah kepenatan yang mereka rasakan selama seharian. Namun, saat anda yaitu anak yang berbakti, suka membantu dan tak pernah malu pada mereka.
Jadi sebenarnya mereka mempunyai jiwa yang begitu kuat. Lantaran mereka yakin, dengan semua usaha yang mereka kerjakan, mereka meyakini kalau anda akan jadi orang yang sukses, orang yang akan membawa pergantian pada keluargamu sendiri.

Mereka berusaha keras supaya anda dapat bersekolah maupun kuliah. Jadi ketika itu anda bakal mempunyai tanggung jawab yang besar, jadi jalanilah pekerjaan mu sebagai siswa maupun mahasiswa/wi dengan baik. Pekerjaan utamamu hanya jadi siswa atau mahasiswa/wi yang berpendidikan, hingga satu waktu nantinya.
Anda lulus serta dapat memperoleh pekerjaan maupun bangun satu usaha yang jauh tambah baik, jadi jangan sampai lupakan mereka yang telah mengantarkanmu pada titik tersebut.
Setiap orangtua senantiasa menyimpan harapan yang besar pada anaknya. Jadi perjuanganmu untuk dapat jadi orang yang sukses yaitu bentuk rasa sukur serta terima kasihmu pada mereka.
Meskipun orangtua tak pernah meminta, namun anda mesti tau, kalau itu cuma akan muncul dari kesadaran sendiri saja. Mereka selalu berdo’a supaya anda dapat jadi orang yang hebat, orang yang bakal membawa pergantian pada keluarga.

Beginilah Ciri-Ciri 40 Hari Menjelang Kematian, Seseorang Akan Mengalami Hal ini, Tapi Kebanyakan Kita Tak Menyadarinya



Kematian merupakan hal yang pasti dan akan menghampiri setiap mahluk yang bernyawa. Hal yang tak diketahui anyalah waktu datangnya, karena itu merupakan rahasia Allah SWT.


 
Namun, walaupun kematian tak diketahui datangnya kapan, sebelum kematian itu datang akan ada tanda-tanda yang mungkin dapat kita ketahui. Hanya saja biasanya seseorang tidak dapat menyadarinya.
Ada beberapa tanda, lebih spesifik 40 hari sebelum kematian menjemput, seseorang akn mengalami tanda-tanda seperti dibawah ini:
1. 40 hari menuju kematian
Tanda-tanda kematian ini juga muncul setelah masuk waktu asar, bagian pusat dari tubuh kita akan berdenyut. Itu pertanda bahwa daun yang tertulis nama kita dari pohon yang terletak di Arshy Allah swt. Telah gugur.
Lalu malaikat maut mengambil daun tersebut dan segera membuat persiapan diantaranya mulai mengawasi kita setiap saat. Dan sesekali malaikat maut menampakkan dirinya kepada orang yang akan dicabut nyawanya dalam wujud manusia, dan seketika itu pula orang itu akan terasa terkejud dan bingung melihat malaikat maut.
Walaupun malaikat maut wujudnya hanya satu tapi atas izin Allah swt, Dia mampu mencabut nyawa seseorang dalam waktu yang bersamaan.
2. 7 hari ketika kematian akan
datang Tanda ini muncul setelah masuk waktu asar, tanda-tanda kematian ini hanya
diberikan Allah swt Terhadap orang yang diuji Allah dengan Sakit, biasanya orang yang sedang sakit tak berselera makan, tiba-tiba ingin makan. Ini merupakan isyarat dari Allah bahwa kematian memang benar-benar sudah dekat.
3. 3 hari, kematian diambang pintu
Pada suatu saat akan terasa denyutan di tengah dahi kita, yaitu antara dahi kanan dan dahi kiri. Jika tanda-tanda kematian ini dapat dirasakan maka sebaiknya berpuasalah kita setelah itu. Supaya perut kita tak mengandung banyak najis, dan ini akan memudahkan orang lain utk memandikan jasad kita.
Setelah itu pula mata hitam kita tak bersinar lagi, dan bagi orang yg sakit, hidungnya perlahan akan masuk ke dalam, ini dapat terlihat jelas kalau dilihat dari sisi tubuh kita. Telinga akan layu dan berangsur-angsur masuk ke dalam.
Tapak kaki tegak berangsur-angsur lurus ke depan dan sukar untuk ditegakkan lagi.
4. Sehari sebelum kematian
Tanda-tanda kematian ini juga terjadi setelah waktu ashar, kita akan merasakan denyutan di bagian ubun-ubun, ini menandakan kita sudah tak sempat lagi melihat waktu ashar di keesokan harinya.
5. Tanda terakhir, Kematian Menghampirimu.!
Kita akan merasakan sejuk di bagian pusat, lalu turun ke pinggang dan akan terus naik ke bagian halkum.
Pada masa ini hendaknya kita sering beristighfar memohon ampun pada Allah, dan sering-sering membaca syahadat. Menata hati, memfokuskan fikiran kita hanya kepada satu arah yaitu Allah swt.
Dengan demikian semoga dengan sedikit pengetahuan menjelang kematian, kita punya kesiapan untuk menghadapinya. Namun begitu, semuanya kembali kepada Allah, maka berdoalah agar kita dapat menyadari tanda yang diberikan oleh-Nya supaya siap di Ajal kelak. Wallahu a’lam.